Khlorinasi

Klor (bahasa Yunani: Chloros, "hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan simbol Cl dan nomor atom 17.
Khlorinasi adalah proses pemberian zat khlor ke dalam air.
Rata-rata untuk air limbah yaitu 40-60 mg/l.

Khlorinasi
Khlorinasi

Tujuan Khlorinasi
  1. Mengatasi bau air limbah maupun udara sekitar
  2. Mengatasi sludge bulking pada sistem lumpur aktif
  3. Menghilangkan sianida
  4. Desinfeksi air limbah
  5. Meningkatkan kinerja proses penyisihan minyak dan lemak dengan cara memecah ikatan emulsi sehingga lemak dapat terapung dan lebih mudah disisihkan
  6. Menghilangkan fenol
  7. Mengurangi konsentrasi BOD. 
  8. Menyisihkan ammonia

Gas Clorine
  • Gas klorin (chlorine gas) adalah seyawa yang umum digunakan dalam industri (disinfeksi pada pengolahan air)
  • Sasaran klorinasi terhadap air minum adalah penghancuran bakteri melalui germisidal dari klorin terhadap bekteri.
  • Gas ini juga bersifat sangat beracun dan pernah digunakan selama Perang Dunia I.
  • Pada tekanan atmosfer dan suhu kamar, unsur klorin berbentuk gas dengan warna hijau kekuningan dan memiliki bau khas seperti pemutih.

Khlor Dioksida (CLO2)
  • Senyawa ini tidak seefektif klorin pada pH 6.5, tetapi pada pH 8.5 ClO2 adalah yang paling efektif.
  • ClO2 kurang dipengaruhi oleh kondisi alkali dan bahan organik, oleh karena itu cocok untuk penanganan air buangan.

Sodium Hipoklorit (NaOCl)
  • Bila dilarutkan dalam air biasanya dikenal sebagai pemutih atau cairan pemutih.
  • Natrium hipoklorit dalam larutan menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas.

Kalsium hipoklorit Ca(OCl)2
  • Senyawa ini relatif stabil dan memiliki klorin bebas yang lebih banyak daripada natrium hipoklorit
  • Kalsium hipoklorit umumnya digunakan untuk sanitasi kolam renang umum dan disinfektan air minum.

Sisa Khlor Bebas
  • Sisa khlor didefinisikan sebagai jumlah (HOCl) dan OCl-
  • Digunakan sebagai ukuran keefektifan khlor
  • Standar jumlah khlor pada sistem penyediaan air adalah 0,5-1,0 gr/m^3

Reaksi Khlor dengan Amonia
Reaksi hipoklorit dengan amonia menghasilkan senyawa khloramin dan gas nitrogen (N2) serta oksigen nitrogen (N2O)
Reaksi Khlor dengan Amonia
Reaksi Khlor dengan Amonia

Reaksi tersebut sangat berpengaruh tergantung pada pH, temperatur, waktu kontak dan rasio awal antara chlorine dengan amonia


Cara membuat JSA (Job Safety Analysis)

Apa itu JSA (Job Safety Analysis)?

Analisis Keselamatan Kerja (Job Safety Analysis / JSA) adalah analisis kualitatif prosedur pekerjaan
yang bertujuan untuk:
1. Identifikasi bahaya dan potensi kecelakaan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan pekerjaan
2. Menetukan peralatan dan kontrol yang tepat untuk mengurangi risiko.
Di dalam JSA juga terdapat sebuah deskripsi potensial konsekuensi atau  peringkat risiko dari potensi kecelakaan dan bahaya yang diidentifikasi.
Penggunaan APD implementasi dari JSA
Sumber gambar: Enablon

JSA itu sendiri memiliki nama-nama lain, diantaranya:
1. Job Hazard Analysis (JHA)
2. Safe Job Analysis (SJA)
3. Task Hazard Analysis (THA)

Tujuan JSA

Tujuan JSA adalah untuk:
  1. Mengidentifikasi dan mengevaluasi bahaya yang mungkin telah diabaikan selama disain pekerjaan prosedur, mesin, peralatan, dll.
  2. Mengidentifikasi dan mengevaluasi bahaya yang disebabkan oleh perubahan dalam prosedur kerja atau personel.
  3. Mengidentifikasi dan mengevaluasi bahaya yang mungkin telah berkembang setelah pekerjaan awal dilakukan.

Tujuan utama JSA adalah untuk menemukan cara yang aman dalam melakukan suatu pekerjaan.

Pelaksanaan JSA 

1. JSA dilakukan oleh sebuah tim, terdiri dari:
  • Pekerja yang benar-benar melakukan pekerjaan tersebut (pekerjaan yang akan dianalisis)
  • Supervisor
  • Keamanan staf, 
  • Berbagai ahli (jika diperlukan)
2. Analisis utama dilakukan dalam satu pertemuan, atau lebih.
3. Hasilnya dicatat pada lembar kerja JSA tertentu (atau dalam program komputer).

Prosedur JSA

JSA biasanya terdiri dari beberapa langkah berikut:
1. Prasyarat JSA

  • Menetapkan tim JSA
  • Pilih, definisikan, dan batasi pekerjaan yang akan dianalisis
  • Kumpulkan informasi latar belakang yang diperlukan
  • Pilih lembar kerja JSA yang sesuai

Berikut adalah contoh dari lembar kerja JSA:

Download file Lembar Kerja JSA (Blanko):
Link: Download
*catatan: Lembar Kerja JSA bentuknya bermacam-macam, dapat dimodifikasi/disesuaikan dengan kebutuhan.

Tim JSA
Tim JSA dapat terdiri dari:

  • Pemimpin tim (fasilitator) dengan kompetensi dan pengalaman di metode yang akan digunakan.
  • Seorang sekretaris yang akan mencatat temuan (fungsi ini mungkin terkadang dilakukan oleh pimpinan tim).
  • Anggota tim (2-10 orang) yang dapat memberikan kebutuhan pengetahuan dan pengalaman pekerjaan yang dianalisis, dan peralatan dan proses yang terkait.
2. Membagi pekerjaan menjadi uraian langkah-langkah kegiatan.

  • Pekerjaan harus dibagi menjadi urutan langkah-langkah terpisah.
  • Pendugaan harus digunakan untuk menghindari langkah-langkah kegiatan yang terlalu banyak (cukup dengan kurang dari 10 langkah).
  • Sertakan setiap langkah, dari awal sampai akhir.
  • Setiap langkah harus menceritakan apa yang telah dilakukan, bukan mengapa hal itu dilakukan.
  • Jelaskan langkah-langkah dengan kata kerja seperti: menyisipkan, memasang, mengangkut, membuka, menghapus, dll.
  • Verifikasi langkah-langkah yang terekam dengan atau lebih banyak pekerja untuk memastikannya
  • kelengkapan dan akurasi.

Pekerjaan dengan sejarah kecelakaan terburuk diprioritaskan dan seharusnya
dianalisis dulu!

  • Frekuensi Kecelakaan. Sebuah pekerjaan yang telah berulang kali menyebabkan kecelakaan adalah kandidat untuk JSA yang diutamakan.
  • Kecelakaan Parah. Setiap pekerjaan yang telah menghasilkan Kehialangan Waktu Kerja/ Lost Time Injury (LTI) atau perawatan medis/ Medical Treatment Injuri (MTI) seharusnya perlu dianalisis.
  • Kecelakaan potensial. Setiap pekerjaan dengan potensi kecelakaan parah harus dianalisis (misalnya, pekerjaan yang melibatkan pengangkatan alat berat).
  • Pekerjaan baru. pekerjaan tidak rutin (pekerjaan yang dilakukan hanya sesekali), atau perubahan pekerjaan. Ini juga merupakan kandidat utama untuk JSA.
  • Pekerjaan rutin. Pekerjaan rutin dengan bahaya yang melekat pada pekerja.

3. Identifikasi bahaya, kondisi tidak aman, dan praktik kerja yang tidak aman
terkait dengan setiap langkah

  • Berikut tentang identifikasi pekerjaan (objek analisis) harus disediakan:
  • Ringkasan deskripsi pekerjaan dan tujuan pekerjaan.
  • Peninjauan tugas awal (misalnya, pengamatan pekerjaan dan lokasi yang dibuat oleh pimpinan tim). Laporan review mungkin sebaiknya dilengkapi dengan foto dan video.
  • Daftar pelatihan yang diperlukan untuk akses ke lokasi kerja, mengoperasikan peralatan / kendaraan, bekerja di tempat yang tinggi, dll.
  • Daftar pelindung pribadi yang dibutuhkan / direkomendasikan peralatan melawan bahaya saat melakukan pekerjaan di lokasi yang ditentukan

4. Identifikasi kemungkinan konsekuensi yang terkait dengan setiap langkah
Sebelum analisis dimulai, pengumpulan informasi mungkin perlu dilakukan wawancara

  • Prosedur tertulis
  • Manual
  • Pengamatan pelaksanaan langkah kerja
  • Review laporan dari kecelakaan dan insiden

Selama identifikasi bahaya, tim JSA harus bertanya pertanyaan seperti:
Apa yang salah?
Apa konsekuensinya?
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Mungkin ada faktor lain yang berkontribusi?
Seberapa besar kemungkinan bahaya itu akan terjadi?
Tindakan pengaman apa, jika ada, saat ini?

5. Evaluasi bahaya
Evaluasi bahaya yang sebelumnya sudah diidentifikasi.

6. Tentukan tindakan pencegahan atau pengendalian yang diperlukan untuk kontrol
masing-masing bahaya diidentifikasi
Di dalam menentukan tindakan pencegahan atau pengendalian, untuk mempermudah biasanya diterapkan metode Hierarki Pengendalian.
Berikut adalah hierarki pengendaliannya:

a) Eliminasi
    Merupakan pengendalian bahaya dengan cara menghilangkan sumber bahaya tersebut. Contoh: Membuang sisa puing-puing bangunan.
b) Subtitusi
    Merupakan pengendalian bahaya dengan cara mengganti sumber bahaya dengan hal lain yang lebih aman. Contoh: Mengganti mesin yang menghasilkan kebisingan tinggi dengan mesin yang menghasilkan kebisingan lebih rendah.
c) Rekayasa Enginereeng
    Merupakan pengendalian bahaya dengan cara mengatasi sumber bahaya dengan rekayasa teknik/ teknologi. Contoh: Memasang katup deteksi kebocoran pada selang gas.
d) Administratif
    Merupakan pengendalian bahaya dengan cara menerapkan SOP (Standar operasional) di setiap pekerjaan. Contoh: Memasang label khusus di setiap botol/wadah bahan berbahaya.
e) Alat Pelindung Diri
    Merupakan pengendalian bahaya dengan cara menggunakan alat pelindung diri saat melakukan suatu pekerjaan. Contoh: Menggunakan kacamata gelap saat mengelas besi.

Tipe pengendalian tersebut harus dilakukan secara hierarki (utamakan no 1 dulu, baru ke nomor berikutnya jika pada no 1 masalah masih belum bisa terselesaikan).

7. Ringkaskan dan tindak lanjut dari temuan.
Berisi ringkasan dan catatan tindak lanjut dari uraian JSA.


Manfaat JSA


  • Mengidentifikasi bahaya aktual dan potensial yang terkait dengan pekerjaan, dan
  • membantu menentukan pengelolaan suatu resiko pekerjaan
  • Memberikan pelatihan individu dalam perlindungan kerja yang aman dan efisien
  • Mempersiapkan observasi keselamatan terencana
  • Pelatihan pekerja baru di tempat kerja
  • Memberikan instruksi pra-pekerjaan pada pekerjaan
  • Mengkaji prosedur kerja setelah kecelakaan terjadi
  • Mempelajari pekerjaan untuk kemungkinan perbaikan metode pekerjaan
  • Mengidentifikasi perlindungan apa yang harus dilakukan
  • Pengawas belajar mengenai pekerjaan yang mereka awasi
  • Meningkatkan keterlibatan pekerja dalam proses keselamatan
  • Partisipasi pekerja dalam keselamatan di tempat kerja
  • Sikap positif tentang keselamatan

Catatan:
Jika ada aspek pekerjaan yang berubah sehubungan dengan materi baru, peralatan baru, metode baru, JSA harus dilakukan lagi. Jika terjadi kecelakaan serius pada pekerjaan, JSA baru dapat membantu
mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan menentukan cara untuk mencegah insiden yang akan terjadi. JSA harus dilakukan secara periodik. 

JSA Logo from Google Play
Sumber gambar: Google Play

Refrensi:
Marvin Rausand. 2005. Job Safety Analysis. Department of Production and Quality Engineering
Norwegian University of Science and Technology

Materi Kuliah Teknik dan Manajemen Lingkungan Vokasi IPB. 2017

Ebook Belajar AutoCAD 2D dan 3D untuk Pemula

Autocad merupakan software desain yang biasa digunakan enginereeng seperti arsitek, environment enginereeng, konsultan, dll untuk membuat blueprint/desain sebuah projek. Desain tersebut bisa berupa desain instalasi lingkungan, desain produk, desain rumah, dll.
Ebook Belajar AutoCAD 2D dan 3D untuk Pemula
Ebook Belajar AutoCAD 2D dan 3D untuk Pemula

Berikut adalah sedikit materi mengenai cara menggunakan AutoCAD. Materi ini berbentuk Ebook yang bisa di unduh secara GRATIS. Materi ini sangat cocok untuk teman-teman yang masih pemula dalam menggunakan software AutoCAD.
1. AutoCAD 1 - Pendahuluan

Biji Bunga Matahari dapat Menyerap Timbal?


Air limbah adalah cairan buangan dari rumah tangga, industri maupun tempat – tempat umum
lain yang mengandung bahan – bahan yang dapat membahayakan kehidupan manusia maupun
makhluk hidup lain serta mengganggu kelestarian lingkungan [7]. Limbah cair industri adalah hasil
proses atau sisa dari suatu kegiatan atau usaha industri yang berwujud cair dimana kehadirannya
pada suatu saat dan tempat tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai
ekonomis sehingga cenderung untuk dibuang [7].

Sumber gambar: HD Wallpapers

Air limbah yang berasal dari industri sangat bervariasi tergantung dari jenis industrinya. Air
limbah industri biasanya banyak mengandung senyawa kimia beracun dan berbahaya (B3) serta
mengandung logam berat. Logam berat merupakan zat pencemar yang memiliki efek berbahaya
karena sifatnya yang tidak dapat diuraikan secara biologis dan stabil.Unsur-unsur logam berat
dapat tersebar di permukaan bumi baik di air, tanah dan udara.Logam berat tersebut dapat berbentuk senyawa organik, anorganik atau terikat dalam senyawa yang lebih berbahaya daripada
keadaan murninya [6].

Logam berat adalah unsur logam dengan berat molekul tinggi. Kadar rendah, logam berat
pada umumnya sudah beracun bagi tumbuhan dan hewan, termasuk manusia. Beberapa jenis logam
berat yang sering menimbulkan pencemaran adalah mercuri (Hg), khrom (Cr), kadmium (Cd),
timbal (Pb) dan arsen (As) [3]. Timbal (Pb) yang lebih dikenal dengan nama plumbum atau timah
merupakan salah satu logam berat yang beracun bagi manusia.

Tanah dan Pb
Sumber gambar: Water Technology

Timbal
Sumber gambar: rocmont.com


Selain dari kegiatan industri, timbal (Pb) juga dapat berada di dalam badan perairan dan permukaan tanah secara alamiah melalui proses korofikasi dari batuan mineral akibat hempasan gelombang dan angin. Mengatasi permasalahan ini, beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mereduksi timbal agar
kadarnya di lingkungan dapat dikendalikan salah satunya dengan teknik
fitoremediasi.

Fitoremidiasi didefinisikan sebagai penggunaan tanaman atau tumbuhan untuk menyerap, mendegradasi, menghilangkan, menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar khususnya
logam berat maupun senyawa organik lainnya [5].

Penelitian yang telah dilakukan dengan teknik fitoremediasi adalah menggunakan bunga matahari (Helianthus annuus L.). Bunga matahari merupakan tanaman yang memiliki beberapa manfaat diantaranya sebagai bahan membuat sabun, lilin, pernis, cat serta pelumas dan tergolong ke dalam tanaman hiperakumulator (toleran terhadap kontaminan).

Tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L) mampu menyerap timah (Pb) sangat tinggi.
[1] Bunga matahari merupakan tanaman cepat tumbuh dengan produksi biomasa yang
tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk fitoremediasi (penyerapan) logam-logam beracun (Cu, Zn, Pb, Hg, As, Cd, Ni) pada tanah yang terkontaminasi.[4].

Tempat akumulasi Pb tertinggi pada tanaman bunga matahari terdapat di dalam akar (53.67%). Sedangkan di bagian tanaman yang lain seperti biji yang mengakumulasi Pb sebesar 25.42%, daun 11.01%, batang 5.05%, dan bunga 4.85% [2].

Akar Bunga Matahari
Sumber: spiritofchange.org

Biji Bunga Matahari
Sumber gambar: Pramoda Exim Corporation

Kelopak Bunga Matahari
Sumber gambar: Theme Bin

Daun Bunga Matahari
Sumber gambar: APHOTOFLORA

Batang Bunga Matahari
Sumber gambar: Shutterstock

Tanaman bunga matahari menyerap Pb optimal pada umur 10 minggu (14.60%) dan akumulasi Pb tertinggi pada umur 12 minggu (73%). Total Pb yang diserap oleh tanaman bunga matahari selama 12 minggu sebesar 331.50 ppm dengan serapan Pb rata-rata 66.30 ppm. Tanaman bunga matahari efisien dalam menyerap Pb berdasarkan nilai faktor biokonsentrasi (BCF), yakni BCF < 1 pada umur 1 minggu sampai umur 8 minggu (mekanisme fitoekstraksi) dan BCF > 1 pada umur 9 minggu sampai umur 12 minggu (mekanisme fitostabilisasi).[2]


Refrensi:
[1] Aiyen, Dr. Sc. Agr. 2005. Ilmu Remediasi untuk Atasi Pencemaran Tanah di Aceh dan Sumatera Utara. Pusat Kajian Rehabilitasi Lahan Tambang Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada . Dipublikasikan di Kompas Tgl. Kompas, 4 Maret 2005.
[2] Amaliyah Rizqi Nuri. 2011. Analisis Kemampuan Optimal Tanaman Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Mendegradasi Pb dalam Tanah Melalui Proses Fitoremediasi. Skripsi. [Online]. Diakses pada 18 September 2017.
[3] Asmadi & Suharno. 2012. Dasar-Dasar Teknologi Pengolahan Air Limbah. Yogyakarta : Gosyen Publishing.
(4) Jadia C.D dan Fulekar MH. 2008. Phytoremediation : The Application Of Vermicompost To Remove Zinc, Cadmium, Copper, Nickel And Lead By Sunflower Plant. Environmental Engineering and Management Journal Vol.7. Technical University of Lasi, Romania.
[5] Moenir, Misbachul. 2010. Kajian Fitoremidiasi Sebagai Alternatif Pemulihan Tanah Tercemar Logam Berat. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan dan Pencemaran Industri, 1(2):115-123
[6] Ridhowati, Sherly. 2013. Mengenal Pencemaran Logam. Yogyakarta: Graha Ilmu
[7] Santriyana, Dery Diah, dkk. 2013. Eksplorasi Tanaman Fitoremediator Aluminium (Al) yang ditumbuhkan pada Limbah Ipa Pdam Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Jurnal [Online].Diakses pada 18 September 2017.

Siklus Hidrologi

Hidrologi adalah suatu ilmu yang menjelaskan tentang kehadiran dan gerakan air di alam, meliputi berbagai bentuk air, yang menyangkut perubahanperubahannya antara keadaan cair, padat dan gas dalam atmosfir, di atas dan di bawah permukaan tanah. Di dalamnya tercakup pula air laut yang merupakan sumber dan penyimpanan air yang mengaktifkan kehidupan di planet bumi. (Soemarto, 1986)

Daur atau siklus hidrologi adalah gerakan air ke udara yang kemudian jatuh ke permukaan tanah lagi sebagai hujan atau bentuk presipitasi lain, dan akhirnya mengalir ke laut kembali. Siklus hidrologi, digambarkan dalam dua daur, yang pertama adalah daur pendek, dan kedua adalah daur panjang.

Siklus Hidrologi
Gambar Siklus Hidrologi
Soemarto (1986) menjelaskan siklus hidrologi yang merupakan perjalanan air, terjadi beberapa proses yaitu:
1. Evaporasi, adalah proses penguapan air laut oleh karena panas terik matahari.
2. Transpirasi, adalah proses pengupan yang terjadi oleh karena pernapasan (respirasi) tumbuhan hijau.
3. Evapotranspirasi, adalah gabungan dari proses evaporasi dan transpirasi. Misal, curahan yang jatuh di dahan-dahan pohon kemudian menguap bersama dengan penguapan transpirasi.
4. Kondensasi, adalah proses perubahan wujud uap air hasil evaporasi, menjadi kembali kebentuk yang lebih padat yaitu butiran-butiran air mikro yang membentuk awan. Proses kondensasi ini dipengaruhi oleh suhu udara, awan dapat terbentuk pada saat suhu udara dingin.
5. Moving, pergerakan awan yang disebabkan oleh angin. Dipengaruhi oleh jenis angin, angin pantai, darat, gunung, atau lembah.
6. Presipitasi, butiran-butiran air mikro dalam awan menjadi dinamis ketika ditekan oleh angin, sehingga menyebabkan bertabrakan. Tabrakan antar butir ini menyebabkan terjadinya curahan. Jenis curahan dipengaruhi oleh temperatur pada iklim suatu daerah dapat berwujud air ataupun salju, atau dimungkinkan terjadi hujan es apabila suhu memungkinkan.
7. Surface run-off, adalah limpasan permukaan. Air dari proses curahan langsung melimpas pada permukaan tanah.
8. Infiltrasi, adalah proses meresapnya air ke dalam tanah.
9. Perkolasi, adalah proses kelanjutan dari infiltrasi dengan gerakan air yang tegak lurus, bergerak terus kebawah tanah hingga mencapai zona jenuh air (saturated zone).

Siklus Pendek 
Siklus Hidrologi Singkat
Gambar Siklus Hidrologi Singkat
Keterangan :
Siklus pendek adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :
1. Penguapan air laut karena pemanasan matahari di permukaan laut
2. Air laut mengalami perubahan bentuk menjadi gas
3. Terjadi kondensasi
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan
6. Hujan jatuh di permukaan air laut.
Siklus pendek menghasilkan hujan di atas permukaan air laut/ siklusnya lebih sederhana. 

Siklus Panjang
Siklus Hidrologi Panjang
Gambar Siklus Hidrologi Panjang
Siklus sedang adalah proses peredaran atau daur ulang air dengan urutan sebagai berikut :
1. Penguapan air laut 
2. Kondensasi
3. Angin menggerakkan uap air menuju daratan
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di daerah daratan
6. Air hujan akan mengalir kembali ke laut melalui sungai
Siklus sedang menghasilkan hujan yang turun di daratan/ prosesnya lebih panjang.

Pengendalian Limbah Cair dengan Proses Fisika



Screening:
Proses dimana adanya pemisahan antara limbah padatan dengan cair (contohnya pemisahan kotoran manusia yang masih utuh dengan limbah yang cair dalam proses pengolahan limbah septic tank)
Coarse screen / for wastewater treatment
Sumber Gambar: DirectIndustry

Flotation: 
Proses ini hampir mirip dengan proses sedimentasi, yaitu sama-sama bertujuan untuk memisahkan zat padat dan air dalam air limbah. Perbedaanya yaitu dalam tahap flotasi proses pemisahan zat tersebut terjadi di atas permukaan air (mengapung). Proses ini terjadi apabila masa jenis partikel (benda padat) lebih kecil dibandingkan masa jenis air. Hal itulah yang menyebabkan benda padat tersebut terpisah dan mengapung di permukaan air.

Di dalam proses pengelolaan air limbah, flotasi ini contohnya yaitu proses pemisahan minyak/oli dengan air (oil separator), pemisahan scum/froth, dll.

Proses Flotasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1) Foltasi Alami, adanya perbedaan densitas cukup besar sehingga tidak diperlukan tambahan energi dari luar. Flotasi alamiah dapat dijumpai dalam pemisahan lemak dan minyak.
2) Flotasi Udara, flotasi alamiah yang dibantu dengan memasukan gelembung udara ke dalam air.
3) Dissolved Air Flotation (DAF), udara dilarutkan ke dalam air dengan tekanan beberapa bar, kemudian dilepaskan pada tekanan atmosfer sehingga menghasilkan gelembung udara halus dengan ukuran 40 mm-80 mm. (Flotasi)
Oil Separator
Sumber gambar: Wikipedia

Froth Flotation Process
Sumber gambar: Metallurgist


Grit Removal: 
Proses ini hampir mirip dengan screening, namun media yang disaring di sini yaitu media yang biasanya bersifat mengendap, contohnya yaitu pasir, kulit telur, kulit kerang, kerikil kecil dll. (Ukurannya kurang dari 0.2 mm, dan biasanya media ini sulit diolah di tahap biologi)

Grit Removal: Rolling Grit
Sumber Gambar: Walker Process Equipment

Aerasi
Proses ini bertujuan untuk memberikan kontak pertukaran oksigen dari udara ke dalam air, sehingga tidak terjadi interface yang stagnan/diam antara cairan/air dengan udara yang menyebabkan laju perpindahan terhenti (pertukaran oksigen terhenti). Adanya proses aerasi juga sangat membantu dalam tumbuh kembang bakteri aerob. Bakteri aerob ini sangat bermanfaat dalam menguraikan limbah cair. Jika kandungan oksigen dalam air rendah, bakteri tersebut kemungkinan besar akan sulit tumbuh bahkan mati. Matinya bakteri dalam air limbah tentunya dapat memperlambat proses pengelolaan limbah cair tersebut bahkan air bisa menjadi lebih keruh dan bau.

Terdapat beberapa prisip dasar aerasi:
1. Aerasi air terjun
    a) Aerator Cascade
        Air disebarkan pada lempengan tipis yang disusun seperti deretan anak tangga
            Cascade Aerator
Sumber gambar: water.me.vccs.edu
Cascade Aerator
Sumber gambar: water.me.vccs.edu
       b) Aerator Spray
           Air dipaksakan masuk melalui nozzle (seperti air mancur)
Aerator Spray
sumber gambar: Creative Pumps

       c) Aerator Multiple-Tray
           Air dialirkan ke bagian atas dari beberapa tahap tray yang berisi butiran media arang, batu, atau keramik. Air teraerasi saat jatuh/mengalir melali medium pada tray-tray tersebut.

Aerator Multiple-Tray
Sumber gambar: Kullabs

Aerator Multiple-Tray
Sumber gambar: Pinterest

2. Aerasi difusi udara
    Udara dimasukan ke dalam air yang akan diaerasi dalam bentuk gelembung-gelembung yang naik ke permukaan air.

Aerasi difusi udara
Sumber gambar: Dokumen Pribadi

3. Aerasi Mekanik
    Dihasilkan dengan cara memecah permukaan air dengan mekanik (berupa impeler, baling-baling, kipas dll)

Aerasi Mekanik
Sumber gambar: Petani Air
Mixing
Proses ini biasanya berupa proses pencampuran air dengan bahan lain. Contohnya adalah proses mixing antara air dengan koagulan/PAC (Proses Koagulasi) dan juga proses mixing antara khlor dengan air (Proses Disinfeksi).

Mixing Koagulasi
Sumber gambar: Dokumen Pribadi *itu alatnya dalam posisi mati
Flokulasi
Proses penggabungan partikel-partikel kecil menjadi partikel besar dengan memanfaatkan tenaga hidrodinamik (Rahardjo Nugro 2002). Flokulasi hampir mirip dengan mixing, yang membedakan yaitu dalam tahap proses flokulasi biasanya kecepatan adukannya lebih pelan dibandingkan kecepatan adukan mixing.

Variable yang mempengaruhi flokulasi adalah karakteristik cairan, koagulan yang digunakan, pH, dan temperatur (Rahardjo Nugro 2002).

Proses Flokulasi
Sumber gambar: chemistry.tutorvista.com
Sedimentasi
Suatu unit operasi yang bertujuan untuk menghilangkan materi tersuspensi atau flok kimia secara grafitasi (Rahardjo Nugro 2002).
Sumber gambar: shutterstock.com
Gambar di atas menujukan adanya proses air yang berada di permukaan paling atas mengalir ke bawah. Air yang paling atas tersebut adalah air yang sudah terpisah dengan materi padat yang sudah mengendap di bagian bawah.








Audit Lingkungan

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2013 Tentang Audit Lingkungan Hidup (Pasal 1 ayat 1), menjelaskan bahwa Audit Lingkungan adalah:

Audit Lingkungan Hidup adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab Usaha dan/atau Kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah
Audit Lingkungan
Sumber gambar: Integrasi Edukasi

Auditor Lingkungan Hidup meliputi:
a. Auditor Lingkungan Hidup perorangan; atau
b. Auditor Lingkungan Hidup yang tergabung dalam lembaga penyedia jasa Audit Lingkungan Hidup.

Keterangan lebih rinci, sahabat bisa baca dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2013 Tentang Audit Lingkungan Hidup. Berikut adalah file PDF. peraturan tersebut.

 Download File Peraturan