Kupas Tuntas mengenai APAR

Sahabat hijau, kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi informasi seputar Apar. Adapun daftar isi dari bahasan tersebut yaitu:

1. Pengertian Apar
2. Dasar hukum penggunaan Apar di Indonesia
3. Sejarah adanya Apar
4. Bagian-bagian dari Apar
5. Jenis-jenis Apar
6. Ukuran Apar
7. Cara menggunakan Apar
8. Cara Inspeksi Apar
9. Cara memasang Apar (Berdasarkan Permenakertrans No : PER.04/MEN/1980)

Ok, langsung saja ke bahasan yang pertama!

1. Pengertian Apar

Apar atau Alat Pemadam Api Ringan adalah alat pemadam kebakaran berupa tabung (biasanya berwarna merah) yang di dalamnya berisi tekanan air, foam, dry chemical, atau CO2 yang berfungsi untuk penanganan secara dini suatu kebakaran (kebakaran ringan). Apar merupakan alat pemadam kebakaran yang mudah digunakan, karena hanya cukup oleh satu orang dalam pengoperasiannya. Di dalam bahasa inggris sendiri Apar disebut juga Fire Extinguishers.

2. Dasar hukum penggunaan Apar di Indonesia
Di Indonesia penggunaan Apar ada aturannya sendiri, regulasi atau peraturan yang mengatur dalam penggunaan Apar yaitu:
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
No : PER.04/MEN/1980 TENTANG SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN

3. Sejarah adanya Apar

Pada sekitar tahun 200 SM, Ctesibius of Alexandria menemukan sebuah pompa tangan yang mampu mengirimkan air ke api dan diketahui bahwa orang Romawi menggunakan rantai ember, ember dikirim dari tangan ke tangan untuk mengirimkan air ke api. Kemudian, di pertengahan Abad, 'teknik menyemprotkan' mulai digunakan untuk mengaplikasikan pancaran air ke api. Semprotan bekerja seperti pompa sepeda. Alat itu dicelupkan ke dalam air sampai sekitar satu liter air tersedot.

Penyiraman digunakan pada Kebakaran Agung 1666 di London. Versi pertama dari alat pemadam api portabel modern ditemukan oleh Kapten George William Manby pada tahun 1819, yang terdiri dari bejana tembaga dari 3 galon (13,6 liter) larutan abu mutiara (potasium karbonat) dengan tekanan udara.

Sekitar tahun 1912 Pyrene memelopori pemadam karbon tetraklorida atau CTC, di mana cairan dikeluarkan dari wadah kuningan atau krom dengan pompa tangan, ke api. Ukurannya biasanya terdiri dari 1.1 L, 0,6 L, dan juga dibuat sampai dengan 9 L. CTC menguap dan memadamkan api dengan menggunakan reaksi kimia. Pemadam ini cocok untuk kebakaran cair dan listrik. Produk sampingan uap dan pembakaran sangat beracun dan kematian memang terjadi akibat penggunaan alat pemadam ini saat pengaplikasian di ruang tertutup.

Abad ke-19 terlihat penemuan alat pemadam asam soda, di mana silinder berisi 1 atau 2 galon air yang mengandung sodium bikarbonat di dalamnya. Di dalam silinder adalah botol berisi asam sulfat pekat. Botol asam dipecah oleh salah satu dari dua alat tergantung pada jenis alat pemadam. Salah satu melibatkan penggunaan plunger yang mematahkan botol asam, sementara yang kedua melibatkan pelepasan bung timah yang menahan botolnya tertutup. Setelah asam dicampur dengan larutan bikarbonat, gas karbon dioksida akan dikeluarkan dan kemudian akan menekan air. Air bertekanan dipaksa dari tabung itu melalui selang pendek dan nosel. Lalu asam yang terkandung dinetralkan oleh sodium bikarbonat.

Pertengahan abad ke-20 jenis pemadam modern muncul dengan menggunakan zat pemadam yang beragam. Pabrikan alat pemadam umumnya menggunakan beberapa jenis bejana bertekanan untuk menyimpan dan melepaskan bahan pemadam.

4. Bagian-bagian dari Apar

Jika dilihat dari tipe bentuk komponen yang terangkai, Apar ini dibedakan menjadi dua tipe.
Tipe 1
Apar Type 1
sumber gambar: firesafe.org.uk

Jenis alat pemadam api pertama bertekanan udara sampai sekitar 10 bar, lima kali tekanan ban mobil, dari kompresor.

Tipe 2
Bagian-bagian dari Apar Type 2
sumber gambar: firesafe.org.uk

Jenis kedua adalah jenis "kartrid gas" yang beroperasi dengan cara yang sama, namun sumber tekanannya adalah tabung kecil gas karbon dioksida (CO2) 130 bar, bukan di udara.

5. Jenis-jenis Apar


1) Jenis Cairan/Water

Jenis Cairan/Water
sumber gambar: safelincs.co.uk

Jenis apar ini merupakan Apar yang berisi air dengan tekanan tinggi. Apar jenis ini merupakan apar yang sangat ekonomis. Fungsi dari Apar ini yaitu untuk memadamkan kebakaran terhadap bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet, Plastik dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A).

2) Jenis Busa/Foam (AFFF)

Jenis Busa/Foam (AFFF)
sumber gambar: fsafelincs.co.uk

Apar jenis ini merupakan Apar yang berisi bahan kimia berbentuk foam. Apar jenis ini cocok diaplikasikan pada kebakaran kelas A dan kebakaran kelas B (kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak, Alkohol, Solvent dan lain sebagainya). Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang keluar dari Apar akan menutupi permukaan benda yang terbakar, sehingga oksigen disekitar api akan terisolasi sehingga api tersebut pun mati. Selain itu, foam juga berfungsi untuk menghambat pergerakan aliran minyak/alkohol, atau lainnya agar tidak menyebar ke tempat yang lebih luas lagi.

3) Jenis Serbuk Kimia/Dry Chemical Powder

Jenis Serbuk Kimia/Dry Chemical Powder
sumber gambar: fsafelincs.co.uk

Jenis Apar ini berisi serbuk kimia yang diberikan tekanan tinggi. Biasanya serbuk tersebut berwarna merah muda. Apar jenis ini cocok untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan kebakaran kelas C (kebakaran yang dikarenakan oleh Instalasi Listrik yang bertegangan).

4) Jenis Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2)

Jenis Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2)
sumber gambar: fsafelincs.co.uk

Apar jenis ini berisi tekanan gas CO2. Dilihat dari bentuknya, jenis apar ini memiliki perbedaan yang jelas terlihat terutama pada bentuk hose nya. Hose jensi apar ini mempunya nozzle yang berdiameter lebih besar. Apar Karbon Dioksida sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C (Instalasi Listrik yang bertegangan). Apar ini cocok digunakan untuk kebakaran pada alat-alat elektronik, karena sifat CO2 yang disemburkan tidak akan merusak alat-alat elektronik seperti komputer, TV, dan lainnya.


6. Jenis ukuran Apar

Selain tipe dan jenis isi dari apar yang berbeda-beda, Apar juga memiliki ukuran yang berbeda-beda. Apar yang berukuran kecil biasanya digunakan untuk antisipasi kebakaran di dalam mobil, sampai Apar yang berukurang paling besar yaitu biasanya digunakan untuk antisipasi kebakaran di areal pom bensin. Berikut adalah jenis-jenis ukuran Apar.
  • Ukuran 1,5Kg
  • Ukuran 3 Kg
  • Ukuran 3,5 Kg
  • Ukuran 4 Kg
  • Ukuran 4,5 Kg
  • Ukuran 6 Kg dan,
  • Ukuran 9 Kg.

7. Cara menggunakan Apar

  • Cek label jenis apar
  • Tarik segel Apar
  • Tarik Safety Pin
  • Pegang ujung Nozzle dengan tangan kanan (tangan kiri untuk yang kidal/disesuaikan dengan kenyamanan)
  • Pegang operating levers dengan tangan kiri (tangan kanan untuk yang kidal/disesuaikan dengan kenyamanan)
  • Cek isi Apar (dengan menyemprotkan isi Apar sedikit)
  • Arahkan semprotkan apar tepat di pangkal api.
  • Teruslah menyemprot sampai benar-benar api mati


8. Cara inspeksi Apar

  • Periksa secara visual alat pemadam kebakaran dari korosi dan kerusakan.
  • Cek Pin pengaman dan segel pengaman
sumber gambar: Fireco Fire Safety & Building Compliance Whangarei

  • Pembacaan alat pengukur tekanan (jarum harus berada di area hijau (Gambar 2). Hal ini tidak berlaku untuk alat pemadam api CO2)
Pembacaan alat pengukur tekanan
sumber gambar: Fire Safety Sunshine Coast

  • Periksa apakah petunjuk pengoperasian pada alat pemadam terbuka dan mudah dibaca.
  • Lepaskan selang pembuangan dan periksa penyumbatan dan korosi
  • Cek label service Apar, cek kondisi kadaluarsa Apar
  • Bolak-balikan posisi apar ke atas dan ke bawah, berfungsi agar cairan atau dry chemical yang terdapat di dalam tabung tidak menggumpal
  • Pastikan penyangga dinding terpasang kencang dan dalam kondisi baik sebelum memasang kembali alat di dinding.
  • Disarankah inspeksi dilakukan dalam 1 bulan sekali. (Berdasarkan regulasi minimal 6 bulan sekali)

9. Cara memasang Apar
(Berdasarkan Permenakertrans No : PER.04/MEN/1980)

  • Harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
  • Pemberian tanda harus sesuai peraturan Permenakertrans No : PER.04/MEN/1980 Lampiran I
  • Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran.
  • Semua tabung alat pemadam api ringan sebaiknya berwarna merah.
  • Dilarang memasang dan menggunakan alat pemadam api ringan yang didapati sudah berlubang-lubang atau cacat karena karat.
  • Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti (box) yang tidak dikunci.
  • Lemari atau peti (box) dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm.
  • Sengkang atau konstruksi penguat lainnya seperti tersebut tidak boleh dikunci atau digembok atau diikat mati.
  • Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman (safety glass) tersebut harus disesuaikan dengan besarya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah dikeluarkan.
  • Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.
  • Alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas.
  • Alat pemadam api ringan yang ditempatkan di alam terkuka harus dilindungi dengan tutup pengaman.
Semoga bermanfaat!

Refrensi:
https://www.firesafe.org.uk/history-of-fire-extinguishers/
https://www.extinguisheradvice.org.uk/how-extinguishers-should-be-serviced.php
Permenakertrans No : PER.04/MEN/1980

Hati-hati Saat Membeli Kertas HVS! Pastikan ada logo Ecolabelling-nya

Sahabat hijau, pernahkah kalian perhatikan adanya eco label pada kemasan produk yang kalian beli?
Oke sebelumnya apa sih Ecolabelling itu? Ecolabelling adalah salah satu bentuk standar yang diciptakan untuk memberikan keseimbangan antara kepentingan perdagangan dan upaya pelestarian lingkungan. (hukumonline.com). Ecolabelling kemudian diwujudnyatakan melalui pemberian label atau sertifikasi pada produk yang proses pembuatannya telah sesuai dengan asas kelesatarian lingkungan.

Saya pribadi sebagai mahasiswa yang menyandang logo kalpataru mempunyai tanggung jawab moral dalam menginformasikan hal ini kepada semua orang, termasuk untuk Sahabat Hijau sekalian. Sekarang kita tidak usah lagi terlalu panjang berkoar tentang degradasi lingkungan, pencemaran dan lain sebagaiya, karena itu semua sudah jelas terlihat di depan mata kita. Lebih baik yuk kita buat gerakan sederhana, setidaknya bergerak ke arah kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu upaya peduli terhadap lingkungan adalah mendukung gerakan penggunaan produk ecolabelling. Ini bukan bentuk promosi/endors ke salah satu produk atau sebagainya ya Sahabat, tapi ini adalah seruan sebuah pilihan. Jadi, jika dirasa gerakan ini berguna, silahkan diterapkan :)

Kenapa produk itu harus mempunyai logo ecolabelling?
Di sini sebuah produk tidak semerta-merta memasang logo ecolabelling dengan begitu saja, namun perusahaan pembuat produk itu harus melalui proses pengujian yang panjang. Diutamakan produk yang bahan dasarnya atau dalam proses pembuatannya menyinggung secara garis besar terhadap lingkungan seharusnya wajib menggunakan logo ecolabelling. Salah satu produk yang seharusnya menggunakan logo ecolabelling yaitu produk yang bahan dasarnya dari kayu/pohon (contoh. produk kertas dan tissue).

Produk kertas dan tissue merupakan produk yang bahan dasarnya yaitu pulp. Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (biasanya berupa kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp terdiri dari serat - serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas.

Diperlukan 1 Batang Pohon Usia 5 Tahun untuk Memproduksi 1 Rim Kertas. (kompasiana.com)
Coba bayangkan oleh kalian, dalam satu hari berapa rim kertas yang digunakan untuk seluruh wilayah indonesia, untuk perkantoran, untuk sekolah, untuk membuat surat cinta (yang terkadang tidak cukup dengan satu kertas saja, karena salah terus dalam penulisan suratnya). Dan sekarang coba bayangkan dalam satu hari berapa rim kertas yang digunakan untuk seluruh wilayah yang ada di bumi? dan itu baru terhitung hanya untuk kertas, belum untuk tissue dan produk kertas lain sejenisnya.

Berapa juta pohon yang ditebang setiap harinya? 
Pohon yang ditebang untuk pembuatan kertas tersebut berasal dari mana? Ketelusuran asal pohon harus jelas!. Nah, disinilah fungsi dari ecolabelling. Ecolabelling berperan dalam menjaga keseimbangan, ketelusuran suatu produk akan keseimbangan dengan lingkungannya, intinya produk tersebut ramah lingkungan. Produk kertas yang memiliki ecolabelling sudah dipastikan dalam proses industri atau pembuatannya sudah memenuhi kaidah-kaidah lingkungan. Asal pohon yang digunakan sebagai bahan baku merupakan pohon yang berasal dari  hutan yang dikelola secara lestari.

Salah satu (salah dua) contoh produk kertas yang memiliki logo  ecolabelling adalah produk kertas Paper One dan produk kertas Bola Dunia.

Paperone PEFC
sumber: www.ifcc-ksk.org

Paper One memiliki sertifikat ecolabelling PEFC. Sertifikat Ecolabelling PEFC adalah sistem sertifikasi internasional untuk kehutanan yang terbesar dan terpercaya di dunia. PEFC itu sendiri merupakan singkatan dari Programme for the Endorsement of Forest Certification. 

Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari PEFC merupakan alat pasar yang bersifat sukarela, sehingga tidak ada pertentangan apapun dengan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) yang diwajibkan oleh pemerintah. Sertifikat dan logo PEFC sebagai bukti bahwa mereka hanya membeli produk kayu, pulp, kertas dan turunannya yang berasal dari hutan yang dikelola secara lestari. Sehingga produk-produk yang mendapat sertifikasi dan logo PEFC sudah lulus standar Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC), bisa terus dipasarkan kepada perusahaan dan konsumen dunia.


gambar 1 rim HVS Bola Dunia
sumber gambar: Bukalapak Edit by Admin

Produk kertas Bola Dunia tersertifikasi Ramah Lingkungan dengan No. 002/MALECO/VII/2006. PT Mutu Agung Lestari Ekolabel (MALECO) adalah  lembaga sertifikasi ekolabel yang sudah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Skema Ekolabel  yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  dan BSN-KAN ini adalah Ekolabel Tipe I yaitu pemberian ekolabel oleh pihak ketiga kepada produk yang memenuhi seperangkat persyaratan yang telah ditetapkan.

Sertifikasi ekolabel dikembangkan dengan mengacu ISO 14024, ketentuan hukum yang berlaku UU No 2 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen, baku mutu lingkungan, konvensi intemasional dan standar terkait serta dokumen terkait lainnya (kan.or.id). 

Kelebihan dari adanya pemasangan/sertifikasi eco label:
  1. Proses industri/pembuatan produk selaras dengan pelestarian lingkungan berbasis ekonomi dengan manfaat jangka panjang (minim dampak lingkungan secara besar).
  2. Produk yang dilabeli atau telah memperoleh sertifikat ecolabel tentu memiliki permintaan yang lebih tinggi daripada produk tanpa ecolabel apalagi bagi konsumen yang berada di negara-negara maju.

Kekurangan dari adanya pemasangan/sertifikasi eco label:
  1. Sertifikasi ecolabelling tidaklah murah mengingat ada suatu prosedur verifikasi yang cukup panjang dan rumit apabila sebuah industri ingin memperoleh ecolabelling.

Itulah sedikit uraian mengenai eco label atau  Ecolabelling. Setelah kita tahu sedikit info mengenai  Ecolabelling, tentunya kita harus lebih peduli lagi dengan setiap produk yang kita beli. Selain selalu cek tanggal kadaluarsa, cek juga eco label-nya.

Sekian, terimakasih

Review Film Dokumenter “Negeri Dongeng”

Film pendek yang masuk ke dalam nominasi Piala Citra untuk Film Dokumenter Panjang Terbaik ini telah menambah daftar list film traveler hiking. Seperti yang kita ketahui sebelumnya sudah ada banyak film yang atmosfernya serupa, mulai dari film 5cm, Romeo Rinjani, bahkan film holliwood yang bertajuk Everest.

Gambar poster film Negeri Dongeng
sumber gambar: Superadventure

Ada yang berbeda dari film Negeri Dongeng ini dibandingkan dengan film-film serupa lainnya. Kekuatan besar dari film ini adalah “Kisah nyata-nya”, film ini merupakan film real dokumentasi. Berbeda dengan film lainnya yang merupakan film yang terlahir dari sebuah script.

Film ini mengisahkan 7 sineas muda yang mendaki 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia. Berbekal dengan 7 kamera yang ada, mereka akhirnya melahirkan sebuah karya luar biasa. Sebuah dokumentasi perjalanan yang di dalamnya terdapat ribuan kisah yang mungkin sukar untuk dicari dalam hiruk pikuk ibu kota. Kisah ini bukan hanya sebuah kisah persahabatan, namun bahkan lebih dari sekedar keluarga. “Sifat asli seorang teman akan terlihat ketika mendaki gunung bersama” dan kalimat itu mungkin benar adanya.

Film yang didukung oleh KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Wonderful Indonesia ini tidak ragu-ragu lagi dalam menyuguhkan ribuan scene akan keindahan panorama Indonesia, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, bahkan surga yang tesembunyi di pulau Papua pun mampu disajikan dengan epic di setiap scene. 

Film Negeri Dongeng secara resmi rilis di Indonesia tanggal 26 Oktober. Bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Perfilman (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) film Negeri Dongeng diputar di bioskop dan tiketnya dijual secara “GRATIS”, yap.. Jika kamu penasaran dengan film Negeri Dongeng, kamu punya kesempatan nonton film itu secara gratis di Bioskop. Berikut adalah jadwal tayang nontron gratis film Negeri Dongeng.

1. Bogor | Botani Square XXI | 1 Desember 2017 |16.00 WIB
2. Depok | Margo XXI | 1 Desember 2017 | 16.00 WIB
3. Bintaro | Bintaro Exchange | 2 Desember 2017 | 14.00 WIB
4. Bekasi | Giant Mega Bekasi | 2 Desember 2017 | 14.00 WIB
5. Cibinong | Cibinong XXI | 2 Desember 2017 | 14.00 WIB


Nah, berikut juga cuplikan atau trailer dari film Negeri Dongeng




Kebetulan Aku sudah nonton yang tayang di Botani Square. Secara keseluruhan film ini recommended banget buat kalian yang merindukan film dokumenter petualangan, terlebih buat kalian yang hobi hiking.

Jika dinilai dari segi cerita, jujur Aku terbawa dengan alur petualangan yang disuguhkan. Satu hal lagi yang paling aku suka yaitu pilihan musik-musik pengiring di dalam film ini, ada satu lagu yang saya suka tapi Aku sendiri belum tahu judulnya. Intinya dalam segi musik sangat membantu sekali, good job buat penata musiknya. Masalah sinematografi melihat bahwa ini adalah film indie, patut diacungi jempol. Walau pengambilan gambar ada sedikit kekurangan di awal-awal, tapi secara keseluruhan film ini layak tayang di bioskop dan layak di tonton oleh semua lapisan masyarakat. Maju terus Film Indonesia!

refrensi: google.com dan youtube.com

Data Primer dan Data Sekunder PKL Limbah Cair


Assalamualikum, selamat pagi Sahabat Hijau

Pagi ini Aku coba ingin berbagi informasi mengenai outline data PKL. Apa saja sih data PKL yang perlu di ambil?. Di sini Aku membuat outline Data PKL dengan judul atau tema PKL yang diambil yaitu "Pengelolaan Limbah Cair". *Insyaa Allah Bulan Februari-April Aku akan mulai jalani PKL (mohon doanya ya Sahabat Hijau)

Data Primer dan Data Sekunder PKL Limbah Cair
sumber gambar: linkedin.com

Ketika PKL (Praktik Kerja Lapangan) nanti, data yang diperlukan dibagi menjadi dua yaitu Data Primer dan Data Sekunder. 

Data primer yaitu data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan. 
Data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Data ini dapat ditemukan dengan cepat. Contoh sumber data sekunder adalah literatur, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.

Data Primer yang harus dipenuhi ketika PKL Pengelolaan Limbah Cair yaitu:

1. Proses pengolahan limbah cair
    - Diagram alir pengolahan air limbah
    - Neraca air limbah
    - Neraca masa unit IPAL

2. Karakteristik air limbah (debit, pH, BOD, TSS, TDS, kesadahan, dan senyawa organik) 
    - Sumber kegiatan terbentuknya air limbah
    - Volume air limbah
    - Inffluen
    - Effluen
    - Data per outlet tiap unit
    - Periode pengukuran
    - Beban pecemaran

3. Dimensi dan desain bangunan pengolahan air limbah
    - Kapasitas IPAL (per unit) ==> m^3
    - Tampak asli (foto) IPAL
    - Denah IPAL
    - Layout per unit IPAL
    - Pompa yang digunakan
    - Diameter inlet dan outlet tiap unit

Data Sekunder yang harus dipenuhi ketika PKL Pengelolaan Limbah Cair yaitu:

1. Operational dan Maintanance IPAL (instruksi kerja)

2. Proses Produksi perusahaan dan diagram alirnya
    - Jumlah produk yang dihasilkan
    - Di distribusikan ke mana
    - Bahan baku, bahan pembantu, dan bahan kemasan
    - Proses produksi yang menghasikan limbah

 3. Denah letak perusahaan

4. Data fasilitas yang mendukung pengolahan limbah cair

5. Gambaran umum perusahaan
    - Sejarah perusahaan
    - Denah lokasi Site Plan perusahaan
    - Luas Area
    - Visi dan Misi / tujuan perusahaan
    - Struktur organsasi perusahaan
    - Struktur organisasi divisi pengolahan air limbah
    - Jumlah Karyawan
    - Penggunaan air bersih dan pengolahannya (WTP)
    - Hasil Produksi


Demikian informasi yang bisa Aku sampaikan, semangat dalam berburu data. Walau data itu penting tapi ketika kita PKL nanti jangan terpaku ke tujuan pencarian data saja ya Sahabat Hijau. PKL itu adalah momen dimana kita mencari pengalaman nyata dunia kerja, jadi manfaatkan momen itu sebaik-baik mungkin. Tetap santai namun terarah.

Keep Wake Up Early, Let's Go Slowly

Terimakasih
Salam Radarhijau!
Wassalamualaikum

refrensi: https://lehanyai.wordpress.com/farmasi/pkl-industri/

Carbon Footprint: Yuk Hitung Berapa Pohon yang Harus Ditanam Oleh Kita!

Assalamualikum, selamat malam menjelang pagi sahabat hijau.

Kalo boleh cerita sekarang admin sedang duduk depan layar laptop. Aku intip di sudut kanan bawah laptop menujukan pukul 23.46 WIB. Padahal besok kuliah (kuliah jam 1 siang sih..) tapi Aku masih betah nongkrong di luar. Sebenernya Aku sudah kangen suasana begadang di luar (saat ini posisi di KFC Tugu Kujang Bogor). Entah terakhir kali kapan, Aku juga lupa. Sepertinya terakhir kali saat bulan ramadhan lalu (lagi sibuk-sibuknya nugas desain instalasi pake AutoCAD).

Tentunya bukan tanpa alasan Aku bela-belain begadang di KFC. Disamping harga kopinya yang murah (dibawah 20 rbu) dan KFC buka 24 jam. Kalo boleh cerita lagi (banyak cerita, maaf 😐) Aku tuh lagi kejar target persyaratan untuk PKL (Praktik Kerja Lapangan). Buat proposal PKL, dan CV. Beginilah aktivitas mahasiswa tingkat akhir.

Ok, tujuan malam ini Aku buat artikel yaitu ingin berbagi sebuah informasi mengenai Program Carbon Footprint. Sebelum jauh melangkah mengupas tentang Program Carbon Footprint. Aku mau jelasin sedikit tentang pengertian Carbon Footprint. Jadi, Carbon Footprint adalah jumlah total emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh individu, acara, organisasi, atau produk, yang dinyatakan setara dengan karbon dioksida (CO2).

Carbon Footprint
sumber gambar: BioNinja


Tidak hanya mengukur jumlah polusi yang kita hasilkan. Bahkan dengan Program Carbon Footprint ini, Kita dapat mengetahui berapa jumlah pohon yang harus Kita tanam untuk tanggung jawab atas polusi yang kita hasilkan.

Program Carbon Footprint ini Aku dapatkan dari Pak Dimas (Dosen Teknik dan Manajemen Lingkungan Vokasi IPB) saat mata kuliah Kualitas Udara. Program Carbon Footprint ini berbentuk file Excel. Aku sempat berfikir, untuk mengaplikasikan Program Carbon Footprint ini di Blog Radarhijau dalam bentuk halaman statis yang datanya bisa di input secara otomatis, tapi ilmu informatika Aku belum sampe situ (ini nge-Blog juga belajar autodidak πŸ˜…). *jika ada yang tau cara buat halaman statis dari program carbon footprint ini bagi-bagi ilmunya ya sahabat hijau πŸ˜‚

Berikut adalah sedikit screenshoot dan penjelasan dari Program Carbon Footprint.

Sheet Perhitungan 1
gambar 1

Sheet Perhitungan 2
gambar 2

Sheet Perhitungan 3
gambar 3

Di sheet pertama Kita terlebih dahulu harus mengisi data-data yang diperlukan diantaranya:
1. Data Pribadi
2. Sektor Transportasi
3. Sektor Energi
4. Sektor Limbah, dan
5. Sektor Pertanian dan Peternakan

Nah, barulah dengan otomatis keluar hasil Total Carbon Footprint yang dihasilkan. Begitupun jumlah pohon, akan otomatis hasilnya akan keluar. Sangat mudah kan!?

Selain itu, di dalam program ini juga terdapat Report (sheet report). Isi dari report tersebut kurang lebih seperti gambar di bawah ini:

Sheet Report
gambar Report


Di sheet selanjutnya terdapat sheet Faktor Emisi. Di dalamnya terdapat angka-angka faktor emisi dan juga refrensi faktor emisi tersebut.

sheet Faktor Emisi
gambar Faktor Emisi


Tertarik dan kepo akan jumlah pohon yang wajib kita tanam? Kuy segera kalkulasikan dengan mudah!!

Berikut adalah link Program Carbon Footprint nya.
Sumber: Pak Dimas
Link Download: Program Carbon Footprint

Semoga bermanfaat dan menginspirasi πŸ˜€

Sekian, Aku mulai ngantuk
Wassalamualaikum

Soal Perhitungan Studi Kasus Pengelolaan Air Limbah (IPAL)

Berikut adalah contoh soal perhitungan dan pembahasan kasus pengelolaan air limbah:

gambar kalkulator+kertas data
sumber gambar: pexels.com

Diketahui:
Volume Air Limbah = 750 m3.  Air limbah beroperasi kontinue selama 3 jam, dengan waktu tingga 30 menit. BOD inlet = 20.000 mg/L, BOD outlet 350 mg/L, dan Baku Mutu BOD = 150 mg/L.

Ditanyakan:
1. Kapasitas Bak Equalisasi yang harus dibuat!
2. Efisiensi Baku Mutu
3. Efisiensi IPAL
4. Beban Pencemaran (dalam kg/jam)

Penyelesaian:
1. Kapasitas Bak Equalisasi yang harus dibuat!

Kapasitas Bak Equalisasi yang harus dibuat!
dok. pribadi


2. Efisiensi Baku Mutu


Efisiensi Baku Mutu
dok. priadi


3. Efisiensi IPAL

Efisiensi IPAL
dok. priadi

4. Beban Pencemaran (dalam kg/jam)

Beban Pencemaran (dalam kg/jam)
dok. priadi
sumber: Materi Mata Kuliah Teknologi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Domestik dan Industri, Teknik dan Manajemen Lingkungan Program Vokasi IPB

Generasi Langit Biru: Wasiat

Wasiat
19 Januari 2012. Malam ini hujan turun sangat deras. Kubuka gorden jendelaku, mengintip suasana luar. Langit begitu gelap. Jangankan bintang, cahaya lampu jalan pun terlihat samar-samar. Jam dinding menunjukan pukul 11 malam, mataku terasa berat. Ingin rasanya aku cepat merebahkan badanku ke kasur. Hari ini memang sangat melelahkan.

Perlahan Aku mulai menutup mata. Belum juga lima detik, seketika Aku terbangun. Aku teringat satu hal. Hadiah ulang tahunku yang belum sempat Aku buka. "Hey.. you, come on.. besok saja" Aku mulai dihebohkan dengan fikiranku sendiri. Tapi ini adalah kado spesial. Kado dari Almarhum Kakekku. Sebelum meninggal, beliau menitipkan 7 kado yang diberikan satu per satu di hari ulang tahunku dan ini merupakan kado terakhir. Tepat di hari ulang tahunku yang ke-17.

Akhirnya Aku kalah dengan kemauan fikiranku. Aku bergegas bangun. Kado ini terlihat lebih besar dan terasa berat dari kado-kado sebelumnya. Aku rasa isinya sangat spesial. Semakin penasaran, aku langsung membuka kado itu. Kalian mau tahu apa isinya? Isinya seperti biasa, yaitu selembar surat. Tapi ada satu lagi, dan ini yang membuat kadonya nampak besar dan terasa berat. Sebuah Foto beserta bingkainya. Foto sebuah pemandangan kebun bunga matahari. Semua bunga itu terlihat indah merekah serempak menatap ke satu titik yang sama, mentari. Langit di foto itu pun terlihat sangat biru. Aku merasakan aroma kedamaian.

Entah mata ini seakan terkena hipnotis. Rasa kantuk hilang dengan sekejap. Aku baca surat itu.

Untuk Cucuku yang sekarang berusia 17 tahun. Ini merupakan kado terakhir dari Kakek. Bukanlah sebuah mainan atau uang. Jika kau menanyakan sebuah warisan, ini adalah warisan yang kakek berikan untukmu. Sebuah Foto. Foto ini kakek ambil saat kakek seusiamu. Itu adalah kebun bunga matahari milik kakek, yang kini sudah berubah menjadi rumahmu sekarang. Kakek ingat betul, saat itu cuaca sangat cerah, angin membelai manja dan bunga-bunga itu terlihat sangat gembira. 
Nak, Kakek harap suasana seperti ini akan selalu ada selamanya. Kebahagiaan yang sejati bukanlah sebuah harta yang melimpah. Semua akan hilang sekejap. Tapi keindahan alam merupakan milik bersama yang sejatinya akan selalu ada, asalkan kita jaga dan perjuangkan. Semua berhak merasakan indahnya alam, begitupun Kamu, dan anak cucumu kelak nanti. Satu hal yang perlu Kamu ingat Nak, menjaga alam merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Tak terasa Aku meneteskan air mata. Cengeng sekali Aku ini. Tapi, serius ini sangat menyentuh hatiku. Aku ingat betul, dulu waktu Kakek masih hidup, Ia sering sekali memberiku sekuntum bunga matahari. Hal yang paling membuatku sedih bahkan menyesal adalah ketika dulu Dia memberiku bibit bunga matahari untuk ditanam, dan Aku malah menolaknya dengan nada kasar 😒. 

Keesokan harinya. Aku pajang foto itu di kamarku. Terimkasih Kakek, ini merupakan kado terindah. Aku akan selalu ingat wasiatmu Kek. Aku sudah tidak sabar lagi untuk bergegas keluar rumah, menatap langit itu. Langit yang sama, seperti yang Kakek abadikan di foto.

Aku pun membuka pintu rumah. Sampah dan lumpur berserakan dimana-mana. Ranting pohon banyak yang patah. Bahkan ada pohon kecil di sisi jalan yang tumbang. Hujan tadi malam benar-benar deras. Aku tidak mengerti, mengapa masih ada hujan di musim kemarau.

Siang ini Aku jadi malas untuk pergi keluar rumah, padahal hari ini adalah Minggu. Aku putuskan untuk menonton TV di ruang tengah. Ada satu berita di TV. Berita itu menjelaskan fenomena cuaca, Cuaca yang tak menentu. Ternyata cuaca yang tidak menentu ini merupakan gejala alam yang rusak. Aku dengar dari pembawa acara itu menjelaskan bahwa pengaruh gas-gas berbahaya di udara lah yang mengakibatkannya. "Apakah Aku terlambat?" Aku seketika teringat foto yang diberikan Kakek.

~@~ 

Waktu terus berlalu, sekarang usiaku sudah genap 32 tahun. Alam ini tak ada yang banyak berubah, malah sedikit lebih mengkhawatirkan. Cuaca sudah tak bisa diprediksi lagi, banyak fenomena alam yang aneh kerap terjadi di belahan dunia. Tapi, Aku melihat orang-orang mulai memperdulikan lingkungan. Banyak gerakan pro lingkungan. Aku sedikit lega melihatnya, ternyata aku tidak sendiri dalam memperjuangkan alam ini.

Sekarang Aku sudah berkeluarga. Istriku cantik, dan Aku sudah mempunyai jagoan yang sekarang duduk di bangku SMP kelas satu. Dilan namanya, anak yang selalu ingin tahu. Mengantarkannya ke sekolah adalah rutinitasku sebelum pergi ke kantor. Aku dan Dilan pun berangkat menggunakan motor maticku. Terpaksa Aku harus memakai sepedah motor, karena menggunakan mobil sama saja seperti bunuh diri. Macet di ibukota sudah tidak ketulungan lagi. 

Sepanjang perjalanan Dilan selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepadaku.
"Pah, kenapa sih Jakarta itu panas?".
"Ya Kamu tahu sendiri, di Jakarta itu jarang sekali ada pohon besar, yang ada gedung-gedung besar dan ribuan kendaraan bermotor. Kamu tahu tidak, bahwa kendaraan bermotor lumayan besar loh menyumbang polusi di udara".
"Wah beneran pah? kalau begitu besok kita jalan kaki saja pah".
"Yaa... Bukan begitu juga, sekolah kamu kan jauh".
"Andai saja Jakarta bisa sesejuk Puncak Bogor ya Pah.., Dilan sudah lama gak pergi ke kebun teh"

"Sepertinya bensin Papah sudah mau habis, Papah isi bensin dulu ya" Kubelokan mobil ke arah pom bensin. Lagi-lagi Dilan bertanya.
"Pah, ko jenis bensin ada banyak sih? bukannya sama saja ya? sama-sama bensin?"
"Ya beda atuh, tapi ada satu jenis bensin yang ajaib loh"
"Ajaib? Apa itu pah?"
"Bensin Jenis Pertamax. Pertamax itu lebih ramah lingkungan. Sangat sedikit menghasilkan COx dan NOx dibandingkan dengan jenis-jenis bensin lainnya. Tau COx dan NOx gak?"
"Tau dong... Aku udah belajar itu di mata pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup). Oke deh, berarti kita wajib pake Pertamax ya Pah, biar Jakarta gak panas lagi πŸ˜€"

Aku hanya bisa tersenyum. Entah kenapa Aku merasakan haru yang membiru. Melihat anaku sudah merasakan kepekaan terhadap lingkungan. Aku bahagia.

"Dilan, Kamu mau janji gak sama papah?"
"Janji apa pah?"
"Kamu harus bisa buat Jakarta ini sesejuk Puncak Bogor πŸ˜‰"
"Hmmmm... Oke! Siapa takut!"
~@~

Jika kita yang tak memulai rasa peduli, mau siapa lagi?
Jika kita yang tak memupuk rasa saling memiliki, mau siapa lagi?
Bumi ini bukan miliku, bukan milik anakku, bahkan bukan pula milik kakekku,
tapi milik Kita 
Keindahan alam adalah hak kita bersama
Selagi ada pilihan untuk berubah menjadi lebih baik, kenapa tidak?
Yuk mulailah peduli terhadap lingkungan.
Birunya langit adalah milik kita bersama
Ramah lingkungan? Siapa takut?
#KobarkanKebaikan
#GenLangitBiru
Poster #genlangitbiru Wasiat
_____________________________________________________________________________________________________________

Nah itu dia Sahabat Hijau, sepenggal kisah yang semoga bisa memberikan inspirasi. Buat Sahabat hijau yang masih belum paham mengenai perbedaan antara bahan bakar Premium dan Pertamax. Berikut Aku jelaskan sedikit. Yuk kita simak!

 

Eco Solution: Pertamax Sebagai Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Pernahkan Sahabat mengisi bensin? atau menemani seseorang mengisi bensin? Apa yang sahabat ingat dari kegiatan mengisi bensin?

Dimulai nari Nol ya Pak/Bu..
Kalimat itu pasti sudah terpatri di ingatan kita semua. Tapi, kali ini kita tidak akan membahas mengenai kalimat itu.

Semua bensin tentunya bisa digunakan, "yang penting kendaraan kita jalan :D"
Tapi, masih pantaskah kita bersikap egois? 
Ko egois? Yap, mementingkan diri sendiri. Kita harus ambil hikmah dari cerita "Wasiat" di atas. Betapa inginnya Sang Kakek melihat anak cucunya bisa merasakan birunya langit tanpa polusi. Kita sebagai generasi millenial tentunya harus lebih peka terhadap lingkungan. 

Polusi udara semakin meningkat seiring bertambahnya keberadaan kendaraan bermotor. Bukan kendaraannya yang membuat polusi, tetapi gas sisa pembakaran dari bahan bakar kendaraan itulah yang menyebabkan polusi. Bahan bakar kendaraan yang digunakan kendaraan terdiri dari beberapa jenis, di pasaran perbedaannya ditunjukkan dengan nilai oktan. 

Research Octane Number (RON)

Pertamax memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 92, berbeda dengan Premium yang hanya memiliki nilai oktan 88. Selain mampu menerima tekanan pada mesin kompresi tinggi, pertamax juga merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Bahan bakar yang bebas timbal serta menghasilkan Nox dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit. Lebih jelasnya Kita dapat lihat perbedaan Pertamax dan Premium dalam tabel di bawah ini:

RON 92 (Pertamax)
RON 88 (Premium)
Mampu menerima tekanan pada mesin kompresi tinggi
Mudah menyebabkan knocking (tenaga mesin berkurang), sehingga terjadi pemborosan
Bebas Timbal
Membuat mesin cepat rusak
Memiliki Zat Adiktif (membuat mesin bersih)
Tidak memiliki Zat Adiktif
Jumlah NOx dan COx yang dihasilkan  lebih sedikit
Jumlah NOx dan COx yang dihasilkan  lebih banyak
Ramah lingkungan
Tidak Ramah Lingkungan
Sumber: aturduit.com

Wahyu Eko Saputra dkk dalam jurnalnya menjelaskan bahwa nilai oktan dari bahan bakar merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kesempurnaan pembakaran di dalam mesin. Salah satu upaya dalam peningkatan kesempuraan pembakaran yaitu dengan melakukan penambahan zat adiktif. Zat adiktif juga berperan dalam meningkatkan performa dan efisiensi mesin. I W Budiarsa Suyasa dkk dalam jurnalnya juga menyebutkan bahwa perbedaan nilai oktan bahan bakar berpengaruh signifikan terhadap karakteristik emisi gas buang yang keluar ke lingkungan.

Coba kita perhatikan berapa banyak cemaran COx dan NOx yang mencemari langit kita. Dian Nur Wijayanti (2011) seorang mahasiswi UI dalam skripsinya menyebutkan bahwa konsentrasi NO2 yang diakibatkan transportasi di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat sudah melewati nilai baku mutu yaitu sebesar 109,82 ug/m3 dan 106,77 ug/m3. 

Pemanasan Global

Polusi udara akibat dari peningkatan penggunaan jumlah kendaraan bermotor yang mengeluarkan gas-gas berbahaya akan sangat mendukung terjadinya pencemaran udara dan salah satu akibatnya adalah adanya pemanasan global (Arifin, 2009). Pemanasan global ini sungguh sangat mengerikan, bisa mengakibatkan dampak-dampak negatif. Berikut adalah uraian Ramli Utina (Dosen Biologi FMIPA Universitas Negeri Gorontalo) dalam jurnalnya mengenai dampak negatif dari pemanasan global.

Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Pemanasan global diperkirakan telah menyebabkan:

1. Mencairnya lapisan es di kutub Utara dan Selatan. 
Peristiwa ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut secara global, hal ini dapat mengakibatkan sejumlah pulau-pulau kecil tenggelam. Ini sangat mengerikan, bayangkan saudar-saudara kita yang tinggal di pesisir pantai, rumah mereka terancam hilang akibat peristiwa ini.

2. Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. 
Perubahan iklim menyebabkan musim sulit diprediksi. Ini sama persis yang dialami tokoh dalam kisah "Wasiat" di atas.

3. Punahnya berbagai jenis fauna. 
Flora dan fauna memiliki batas toleransi terhadap suhu, kelembaban, kadar air dan sumber makanan. Kenaikan suhu global menyebabkan terganggunya siklus air, kelembaban udara dan berdampak pada pertumbuhan tumbuhan sehingga menghambat laju produktivitas primer. Kondisi ini pun memberikan pengaruh habitat dan kehidupan fauna. Ternyata bukan karena pemburu saja ya, cuaca yang buruk juga dapat mempengaruhi kepunahan.

4. Habitat hewan berubah akibat perubahan faktor-faktor suhu, kelembaban dan produktivitas primer 
Sejumlah hewan melakukan migrasi untuk menemukan habitat baru yang sesuai. Migrasi burung akan berubah disebabkan perubahan musim, arah dan kecepatan angin, arus laut (yang membawa nutrien dan migrasi ikan).

5. Peningkatan muka air laut, air pasang dan musim hujan yang tidak menentu menyebabkan meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.
Ini masih berkaitan dengan dampak cuaca ektrim yang sulit diprediksi.

6. Ketinggian gunung-gunung tinggi berkurang akibat mencairnya es pada puncaknya.

7. Perubahan tekanan udara, suhu, kecepatan dan arah angin 
Menyebabkan terjadinya perubahan arus laut. Hal ini dapat berpegaruh pada migrasi ikan, sehingga memberi dampak pada hasil perikanan tangkap.

8. Berubahnya habitat 
Memungkinkan terjadinya perubahan terhadap resistensi kehidupan larva dan masa pertumbuhan organisme tertentu, kondisi ini tidak menutup kemungkinan adanya pertumbuhan dan resistensi organisme penyebab penyakit tropis.

9. Mengancam kerusakan terumbu karang 
Kerusakan yang terjadi di kawasan segitiga terumbu karang yang ada di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Kepulauan Salomon, Papua Nugini, Timor Leste, dan Philipina.

Lihatlah, betapa banyaknya dampak negatif yang terjadi. Ini sungguh memperihatinkan. Satu lagi, saat Aku kuliah di mata kuliah Kualitas Udara, Aku ingat bahwa cemaran Nox juga dapat mengakibatkan hujan asam. 

Hujan Asam

Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert A. Smith (1872) dalam Kupchella (1989) yang menguraikan tentang keadaan di Manchester, sebuah daerah industri dibagian utara Inggris. Hujan asam ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asam di udara larut dalam butirbutir air di awan.

Hujan asam terjadi dilapisan troposfir. Asam yang terkandung dalam hujan asam ialah asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO)3, keduanya merupakan asam kuat. Asam sulfat berasal dari gas SO2 dan asam nitrat dari gas NOx. Nah, NOx inilah yang dihasilkan dari sisa pembakaran bahan bakar tadi.


Saat pembakaran BBF (Bahan Bakar Fosil), sebagian NOx berasal dari nitrogen yang terkandung dalam BBF yang teroksidasi menjadi NOx. Sebagian lagi berasal dari nitrogen yang terdapat dalam udara yang terdiri dari 80% gas nitrogen. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-40% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam minyak ringan dan gas. Makin tinggi suhu pembakaran, makin banyak NOx yang terbentuk (Soemarwoto, 1992).

ilustrasi dari proses terjadinya hujan asam
Dok. Pribadi

Gambar di atas merupakan contoh ilustrasi dari proses terjadinya hujan asam. Gas-gas polutan seperti SO2, SOx, NO2, HNO2, dll berkumpul di lapisan troposfer (lapisan terjadinya peristiwa hujan). Gas tersebut berakumulasi bersama awan pembentuk hujan. Ketika awan itu sudah jenuh, maka terjadilah hujan yang sudah terkontaminasi gas polutan.

Berikut ini adalah dampak negatif yang dihasilkan oleh hujan asam:

dampak negatif yang dihasilkan oleh hujan asam
Dok. Pribadi

dampak negatif yang dihasilkan oleh hujan asam
Dok. Pribadi

dampak negatif yang dihasilkan oleh hujan asam
Dok. Pribadi

dampak negatif yang dihasilkan oleh hujan asam
Dok. Pribadi

dampak negatif yang dihasilkan oleh hujan asam
Dok. Pribadi

Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC)

Proyek yang bertempat di Revinery Unit (RU) IV Kilang Cilacap Jawa Tengah ini merupakan proyek Pertamina dalam meningkatkan kualitas BBM dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92) . Jujur, mendengar hal ini Aku sangat senang sekali. Aku rasa mimpi sang Kakek perlahan akan terwujud πŸ˜‡. Proyek ini dijalankan sejak tahun 2015 dan diperkirakan mulai beroperasi di akhir tahun 2018.

Satu hal yang membuatku bangga akan Pertamina. Ialah komitmennya dalam menjaga keseimbangan alam. Banyak program-program CSR yang dilakukan, mulai dari bidang lingkungan, sampai sosial. Bukti nyata dari kepedulian Pertamina dalam lingkungan salah satunya adalah Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC)  yang sedang digalahkan.

Selaras dengan visi Pertamina sebagai perusahaan energi nasional kelas dunia, maka komitmen dan kepedulian Pertamina terhadap Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) merupakan kontribusi Pertamina secara maksimal terhadap masalah global yaitu Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development).

Kutipan itu Aku ambil dari situs resmi Pertamina. Aku ingat betul, dulu saat mata kuliah CSR, dosen Aku pernah bilang bahwa perusahaan yang benar-benar menjalankan CSR dengan sungguh-sungguh itu hanya sedikit, kebanyakan menjalankan CSR hanya sekedar pemenuhan regulasi. Tapi, berbeda dengan Pertamina. Aku bangga dengan Pertamina.

Pertamina Sobat Bumi

sumber: pertamina.com

Merupakan tema dari kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility). Maknanya yaitu sebuah rasa peduli terhadap kelestarian lingkungan khususnya bumi tempat kelangsungan makhluk hidup di atasnya untuk kepentingan generasi yang akan datang. Issue yang diambil dari program CSR Pertamina terfokus dalam 4 pilar, diantaranya:
1. Green Village (Pemberdayaan ekonomi masyarakat)  
2. Pertamina SEHATI (Kesehatan)
3. Bright With Pertamina (Pendidikan) dan ecopreneurship.

Sehebat apapun Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) Aku yakin tidak akan berhasil jika tanpa dukungan penuh dari Kita. Oleh karena itu yuk kita mulai sadar lingkungan, dan bergabung dalam Generasi Langit Biru, tanpa ragu gunakan Pertamax! πŸ˜‰