Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup NO. 45 Tahun 1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara
Ilustrasi ISPU
sumber gambar: Jambiupdate.co

Indeks Standar Pencemar Udara adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kondisi kualitas ambient di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya.

Indeks Standar Pencemar Udara ditetapkan dengan cara mengubah kadar pencemar udara yang terukur menjadi suatu angka yang tidak berdimensi.

Fungsi dari ISPU (Indeks Pencemar Udara yaitu diantarnya):
1. Bahan informasi kepada masyarakat tentang kualita udara ambien di lokasi dan waktu tertentu.
2. Bahan pertimbahan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakn pengelolaan dan pengendalian pencemaran udara.

Data ISPU diperoleh dari pengoprasian Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Otomatis.

Parameter ISPU : Partikulat (PM10), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon (O3) .

Penyampaian ISPU pada masyarakat wajib memuat informasi sebagai berikut:
1. Waktu pelaporan
2. Ketentuan Waktu
3. Bagian wilayah dan atau lokasi yang dilaporkan
4. ISPU dari tiap parameter yang diukur
5. ISPU maksimal
6. Parameter pencemar kritis
7. Kategori ISPU
8. Gambar kategori

Penyampaian ISPU kepada masyarakat dapat dilakukan melalui media masa dan elektronika (radio, televisi, surat kabar, majalah dan lainnya)

Ketentuan ISPU:
1. Hasil pengukuran untuk pengukuran kontinu diambil harga rata-rata tertinggi waktu pengukuran.
2. ISPU disampaikan kepada masyarakat setiap 24 jam dari data rata-rata sebeleumnya (24 jam sebelumnya).
3. Waktu terskhir pengambilan data dilakukan pada pukul 15.00 WIB
4. ISPU yang dilaporkan kepada masyarakat berlaku 24 jam ke depan (pkl 15.00 tgl (n) sampai tgl (n+1))


sumber: Modul Kuliah Kualitas Udara Program Diploma IPB (Turyanti A., Effendy S., Vega Y.)

[MOVIE REACTION] Review Film Spiderman: Home Coming [SPOILER ALLERT!]

Ok, hari ini tepat pukul 22.12 WIB (terlihat di layar laptop), saya baru saja selesai nonton film terbaru dari Marvel yaitu Spiderman Home Coming. Dan kali ini juga saya akan mencoba me-review kembali film tersebut (berdasarkan opini saya). Oh iya, mohon maaf ya untuk semua sahabat hijau jika tulisan ini masih berantakan, karena ini adalah pertama kalinya saya menulis artikel tentang review film.
Spiderman Home Coming
Sumber Gambar: Comic Book Movie

Seperti yang kita ketahui bahwa di film The Avenger: Civil War (2016) kita dikejutkan dengan kemunculan sosok Spiderman. Saat itu terdapat suatu adegan dimana Spiderman dengan kerennya mengambil perisai Captain America. Hingga kemudian hadirlah film Spiderman: Home Coming.

Kisah di film ini di awali dengan proses "Magang" Peter Parker (Tom Holland) terhadap perusahaan Avenger. Peter Parker diberikan kesempatan untuk menjadi calon bagian dari The Avenger oleh Tony Stark / Iron Man. Namun tentunya tidaklah mudah, banyak sekali tantangan, perjuangan, dan masalah yang harus dilewati oleh Parker.

Mengingat bahwa di sini Peter Parker digambarkan sebagai seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang notabene pemikirannya masih labil. Peter Parker mendapatkan kekuatannya setelah di gigit oleh laba-laba (tapi sayangnya di film tidak diperlihatkan scene dimana Peter tergigit seperti pada film Spider-Man (film 2002). Selain mendapatkan kekuatan genetik dari laba-laba, di sini ada dukungan kekuatan dari kostum canggih yang diberikan oleh Tony Stark, selai itu hebatnya Peter Parker di film ini dia membuat cairan jaring laba-labanya sendiri loh.

Peter terkenal pintar di sekolahnya dan bahkan dia masuk ke dalam tim cerdas cermat. Semenjak ia diberikan kekuatan menjadi Spiderman, ia harus membagi waktunya dalam bersekolah dan menyelamatkan dunia (lebih tepatnya sih menjaga lingkungan haha) berbeda dengan superhiro yang lainnya, di sini Spiderman terlihat menyelesaikan masalah-masalah sepele seperti membantu nenek-nenek, menghentikan pencurian sepeda dll. bahakn ada adegan yang sangat konyol, pokonya kocak deh.

Sesekali Parker ingin sekali menjadi pahlawan sungguhan yang menyelesaikan masalah besar, namun Tony Stark menyarankan bahwa Parker tidak boleh ikut dalam masalah yang besar mengingat usianya masih di bawah umur. 

Dan tak terlewatkan juga bahwa di film ini terdapat sebuah kisah romantisnya. Kisah dimana Peter jatuh cinta kepada kaka kelasnya Liz Allan (Laura Harrier). Namun seperti biasa, cinta mereka terhalang sebuah konflik yang tak terduga (saya sendiri tidak kepikiran bahwa konfiknya akan mengarah ke sini) maaf ya spoiler hehe.

Lalu siapakah penjahat atau tokoh antagonis dalam film ini? Sahabat hijau bisa lihat pada poster di bawah film ini.
Poster Sipiderman: Home Coming
Sumber Gambar: joblo.com

Menurutku alur cerita di film Spiderman: Home Coming sangat natural dan mengalir (tidak memaksa). Walaupun film ini terkesan "tidak terlalu serius" (dari segi konflik, film ini terkesan santai) namun saya suka setiap scene nya padat dan tidak membuat ngantuk. Kenapa film ini terkesan santai, ya seperti yang kita tahu bahwa di sini kita sedang menyaksikan kisah dari bocah yang berumur 15 tahun, tentunya di sini Marvel sangat cerdas mengemas alur cerita yang santai (konfil masuk akal sesuai permasalah anak usia 15 Tahun). Mungkin untuk Spiderman seriseri yang selanjutkan akan perlahan konfilknya semakin tajam.

Scene yang sangat suka adalah ketika Peter Parker harus berusaha semaksimal mungkin agar dia bisa menjadi sang pahlawan yang sesungguhnya, ini terlihat sekali proses dewasa si karakter spiderman.

Terkahir, saran buat sahabat hijau yang mau nonton. Jangan keluar dulu dari studio, karena ada sedikit kejutan scene di akhir film.


Wastewater Treatment (Pengolahan Limbah Cair): Levels of Watewater Treatment

Pengolahan limbah cair dibedakan menjadi tiga jenis yaitu secara:
- Fisika
- Kimia
- Biologi

Berikut adalah tahap-tahap proses pengolahan limbah cair yaitu:
- Preliminary treatment
- Primary treatment
- Advance Primary treatment
- Secondary treatment
- Secondary eith nutrient removal
- Tertiary treatment
- advance treatment

Preliminary treatment
Preliminary treatment merupakan proses penghilangan beberapa komponen dari limbah seperti kain bekas, ranting/kayu, kerikil halus, benda-benda kecil yang mengapung, dan minyak yang dapat menimbulkan masalah pemeliharaan, perawatan, proses, dan sistem tambahan pada tahap selanjutnya.

Di dalam tahap ini biasanya pengolahan berlangsung secara fisika. Adapun contoh  pengolahannya yaitu:
- Screening : Proses dimana adanya pemisahan antara limbah padatan dengan cair (contohnya pemisahan kotoran manusia yang masih utuh dengan limbah yang cair dalam proses pengolahan limbah septic tank)
Coarse screen / for wastewater treatment
Sumber Gambar: DirectIndustry

- Flotation : Proses pemisahan limbah cair dari busa-busa yang mengambang di atas permukaan air.
Froth Flotation Process
Sumber gambar: 911 Metallurgist
- Grit Removal : Proses ini hampir mirip dengan screening, namun media yang disaring di sini yaitu media yang biasanya bersifat mengendap, contohnya yaitu pasir, kulit telur, kulit kerang, kerikil kecil dll. (Ukurannya kurang dari 0.2 mm, dan biasanya media ini sulit diolah di tahap biologi)

Grit Removal: Rolling Grit
Sumber Gambar: Walker Process Equipment
Primary treatment
 Primary treatment merupakan proses adanya pengangkatan sebagian padatan tersuspensi dan bahan organik dari air limbah.
Contoh dari tahap ini yaitu proses sedimentasi (pengendapan)
Wastewater Treatment
Sumber Gambar: Calvin College


Advance Primary treatment
Advance Primary treatment adalah peningkatan pemindahan padatan tersuspensi dan bahan organik dari air limbah. Biasanya dilengkapi dengan penambahan kimia atau filtrasi .

Secondary treatment
Secondary treatment adalah pengangkatan bahan organik biodegradable (dalam larutan atau tersuspensi) dan padatan tersuspensi. Desinfeksi juga biasanya disertakan dalam tahap ini.
Tahap ini biasanya berlangsung proses biologi. Adapun contoh-contoh prosesnya yaitu:
- Pengolahan secara Aerobik
- Pengolahan secara  Anaerobik

Secondary treatment with nutrient removal
Pengangkatan bahan organik biodegradable, padatan tersuspensi, dan nutrisi (nitrogen, phosphorus, atau keduanya)

Tertiary treatment
 Tertiary treatment adalah pengangkatan sisa padatan tersuspensi dari tahap sebelumnya (secondary treatment). Biasanya dengan menggunakan filtrasi bahan butiran kecil/micro.

Advance treatment
Advance treatment adalah pengangkatan bahan terlarut dan tersuspensi yang tersisa setelah melewati tahap sebelumnya (biologi treatment). Tahap ini dilakukan untuk memastikan air benar-benar bersih dan biasanya digunakan untuk pengolahan agar air dapat diminum/dikonsumsi.



refrensi:
Metcalf dan Eddy, 2004. Wastewater Engineering Treatment, Disposal, Reuse Fourth Edition Internasional Edition. McGrawHillBook Company, Singapore.
slide kuliah Satuan Operasi dan Proses (Majid Mohiuddin)